Mengenal Indeks Saham Amerika Dan Keuntungan Jika Membelinya (Saham Luar Negeri)

Zaman sudah berubah, teknologi yang semakin canggih membuat setiap orang bisa menghasilkan uang dari rumah. Salah satu cara untuk menghasilkan uang yang paling populer adalah trading saham. Bahkan kini trading saham di banyak negara sudah mulai menjamur dan banyak yang melakukannya untuk menambah penghasilan.

Anda bisa membeli saham Amerika dimanapun dari seluruh dunia!

Sampai saat ini indeks saham terbesar masih di pegang oleh Amerika Serikat. Ada setidaknya tiga indeks saham Amerika yang dibeli oleh perusahaan terkenal seperti Starbucks, Facebook, Apple, Netflix, hingga Amazon. Salah satu kelebihan dari pasar saham Amerika Serikat adalah likuiditasnya tinggi, sehingga harga jualnya pun tidak turun drastis.

Peluang ini bisa disebut saham global, saham luar negeri, saham Amerika.

Jenis-Jenis Indeks Saham Terbesar Di Amerika

Sebagai pasar saham paling terkenal, tentunya Amerika Serikat tidak hanya memiliki satu jenis indeks saham saja. Amerika memiliki sedikitnya 40 jenis indeks saham yang digunakan oleh perusahan-perusahaan terkenal di seluruh dunia. Adapun indeks saham milik Amerika yang paling besar saat ini, yaitu:

  1. NASDAQ

NASDAQ adalah indeks saham yang dikelola oleh SEC dan tergabung pada unit NASD. Kepanjangan dari NASDAQ adalah National Association of Securities Dealers Automated Quotation. Tidak hanya di Amerika, NASDAQ OMX juga memiliki saham di Eropa.

Untuk jam trading di NASDAQ yakni dari pukul 09.30 a.m sampai 4.00 p.m waktu Amerika bagian Timur. Sedangkan jam kerja di NASDAQ yakni pukul 1.30 p.m sampai 08.00 p.m pada musim panas mulai hari Senin hingga Jumat. Dan 2.30 p.m sampai 9.00 p.m di musim dingin pada hari kerja yang sama.

Ada cukup banyak perusahaan yang tergabung di indeks saham NASDAQ. Seperti Adobe Inc., Amazon.com, Apple Inc, Baidu.com Inc., Facebook Inc., Intel Corporation, dan masih ada banyak lagi. Kebanyakan perusahaan pengguna NASDAQ adalah perusahaan blue chip yang bergerak pada sekor industri teknologi.

Transaksi trading di NASDAQ di lakukan sesuai aturan platfrom SuperMontage dan juga Primex. Dimana dealer pada pasar saham NASDAQ akan bersaing untuk melayani klien. Ini dikarenakan skema NASDAQ bukan skema tradisional.

  • Dow Jones Industrial Average

Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang juga dikenal sebagai Dow merupakan indeks pasar saham yang bertugas untuk mengukur kinerja saham dari 30 perusahaan yang terdaftar di bursa saham Amerika. Meski cukup terkenal namun Dow Jones sering dianggap sebagai resperesentasi indeks saham yang tidak memadai.

Hal ini dikarenakan indeks pasar saham Dow Jones tidak sebesar Russell 3000 dan Indeks S&P 500. Keraguan pada Dow Jones juga didukung oleh fakta jika Dow Jones tidak memakai rata-rata aritmatika yang benar serta tidak menghitung kapitalisasi pasar. Meski begitu, banyak perusahaan besar yang tergabung di indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA).

Beberapa perusahaan besar terkenal yang tergabung pada Dow Jones adalah Walt Disney Company, Coca Cola Company, hingga McDonald’s Corporation. Selain ketiga perusahaan tersebut, perusahaan lain yang menggunakan indeks saham Dow Jones adalah Walmart Inc., American Express Company, 3M Company, dan ada banyak lagi.

  • AMEX

Kepanjangan dari AMEX yaitu American Stock Exchange. AMEX sendiri merupakan indeks saham yang dimiliki oleh para anggota organisasinya. Dulu AMEX bernama New York Curb Exchange hingga Tahun 1929. Sedangkan AMEX pertama kali didirikan pada Tahun 1842 di trotoar Jalan Broad Street.

Para pialang indeks saham AMEX berkumpul lalu menawarkan daftar saham kepada orang yang lewat. Pemasaran dengan cara ini terjadi cukup lama hingga di Tahun 1921 para pialang pindah ke dalam gedung yang ada di Kota Manhattan. Yang kemudian bangunan ini dinobatkan sebagai bangunan bersejarah oleh Pemerintah Amerika Serikat di Tahun 1978.

Indeks saham AMEX semakin besar setelah bergabung dengan NASDAQ dan tercipta The NASDAQ-AMEX Market Group. Biasanya para trader lebih memiliki kesempatan besar jika membeli saham di AMEX. Sedangkan daftar perusahaan yang memakai indeks saham AMEX adalah Equinor ASA, Sunoco, Marathon Oil, Conoco Phlips, Total S.A, dan masih banyak lagi.

  • S&P 500

Seperti namanya, S&P (Standard & Poor’s) 500 adalah sistem indeks saham yang mengukur kinerja saham dari 500 perusahaan besar di Amerika Serikat. S&P 500 sendiri dianggap sebagai respresenterasi terbaik di pasar saham Amerika. Bahkan banyak orang yang menggunakan indeks saham S&P 500 ini.

Indeks saham S&P 500 memang hanya mencakup data saham perusahaan Amerika Serikat saja. Kemungkinan perusahaan di luar Amerika Serikat termasuk perusahaan multi-nasional akan dimasukkan pada daftar S&P di masa mendatang. Sedangkan perusahaan milik Amerika sendiri sudah menghasilan rata-rata 71% dari pendapatan negara.

S&P 500 sendiri di kelola oleh S&P Dow Jones Indices, yang mayoritas perusahaannya dikuasai oleh S&P Global. Daftar perusahaan yang menggunakan indeks saham S&P 500 seperti Amgen Inc., Chevron Corporation, Netflix Inc., Danaher Corporation., QUALCOMM Incorporated, serta 495 perusahaan lain.

Keuntungan Membeli Saham di Pasar Saham Amerika Serikat

Trading saham tidak hanya bisa dilakukan pada perusahaan dalam negeri saja, namun Anda juga bisa membeli saham perusahaan di Amerika Serikat. Bahkan bisa dibilang beli saham pada perusahaan Amerika Serikat bisa jauh lebih menguntungkan. Adapun keuntungan yang bisa Anda peroleh dari pasar saham Amerika, yaitu:

  1. Peluang mendapatkan saham perusahaan terkenal sangat besar

Jika dibandingkan dengan pasar saham yang lain, peluang untuk Anda bisa membeli saham perusahaan terkenal di pasar saham Amerika lebih besar. Beberapa saham perusahaan terkenal yang bisa Anda beli seperti Nike, Johnson & Johnson, Starbucks, dan juga McDonald. Daftar saham tersebut bisa Anda beli di indeks saham NYSE.

  • Tidak harus beli banyak saham

Ketika akan membeli saham di Bursa saham lainnya maka Anda diharuskan membeli minimal paketan atau misalnya 100 lembar saham. Tentunya hal ini membutuhkan modal yang tidak sedikit karena jumlahnya yang besar. Namun di pasar saham Amerika Serikat Anda bisa membeli hanya 1 lembar saham dengan harga sekitar 27110 saja.

  • Volatilitas saham lebih signifikan

Apabila dibandingkan dengan saham lainnya, maka volatilitas atau naik turun harga saham di pasar saham Amerika Serikat lebih stabil. Oleh karena itu ketika Anda ingin menjual kembali saham yang Anda beli harganya tetap tinggi. Selain itu pasar saham Amerika Serikat memiliki lebih dari 50% bagian dari seluruh total pasar saham global.

  • Produk yang bisa dibeli sangat bervariasi

Beli saham di pasar saham Amerika Serikat tidaklah mahal asal Anda sudah memiliki ETF. ETF (Exchange Traded Fund) merupakan sebuah inovasi dari produk pasar modal yang cocok dipakai oleh investor ritel. Di pasar saham Amerika terdapat 3 jenis ETF, yakni ETF VTI, ETF VOO, dan ETF IJR.

Nah, itu tadi penjelasan tentang indeks saham Amerika Serikat dan beberapa perusahaan yang tergabung di dalamnya. Pada intinya membeli saham di Amerika tidak mahal dan justru menguntungkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
%d bloggers like this: