fbpx

FAANG, 5 Saham Paling Populer dan Paling Banyak di Tradingkan Pada Saham Global/ Amerika

IMG_256

Ada banyak sekali perusahaan terkenal yang terdaftar di bursa saham global. Namun saat ini 5 perusahaan yang menguasai pasar saham global adalah Facebook dengan kode saham FB, Amazon dengan kode saham AMZN, Apple dengan kode saham AAPL, Netflix dengan kode saham NFLX, dan Alphabet dengan kode saham GOOGL.

Kelima perusahaan diatas kemudian disingkat menjadi FAANG.

Namun sebelum Tahun 2017, FAANG hanya terdiri dari 4 perusahaan. Yakni Facebook, Amazon, Netflix, dan Alphabet yang kemudian disingkat menjadi FANG. Pertumbuhan saham FAANG memang jauh lebih cepat dan lebih mengesankan daripada saham perusahaan lain.

Perusahaan yang ‘Tergabung’ Dalam FAANG

IMG_256

Persaingan dalam dunia pasar saham global memang cukup berat. Apalagi banyak perusahaan terkenal yang mendapatkan keuntungan berlipat selama Covid-19. FAANG yang merupakan gabungan dari saham lima perusahaan saja kini sudah berhasil melampaui harga saham perusahaan terkenal di Amerika yakni S&P 500.

Kebanyakan perusahaan yang tergabung dalam FAANG adalah perusahaan dengan basis internet. Namun semenjak Apple masuk ke FAANG maka jangkauan basis perusahaan ini jauh lebih luas. Adapun daftar perusahaan yang masuk pada FAANG adalah:

Facebook

Facebook adalah platfrom media sosial yang berdiri pada Februari Tahun 2004. Kemudian mulai populer di Indonesia sejak Tahun 2009. Bahkan di Tahun 2018 saja pengguna Facebook sudah mencapai angka 2.3 miliar pengguna aktif. Dimana pengguna aktif ini paling banyak menggunakan Facebook dari ponsel.

Ada beberapa fitur yang bisa Anda nikmati di Facebook. Seperti fitur tambah pertemanan, fitur upload video dan gambar di laman profil maupun di story. Hingga fitur chat sebagai alat komunikasi bersama teman dilokasi yang jauh. Bahkan kini Messenger dari Facebook memungkinkan untuk melakukan panggilan video bersama.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg tanggal 4 Februari Tahun 2004 di Cambridge, Massachusetts. Saat ini saham Facebook yang paling besar dimiliki oleh 11 investor. Yaitu Peter Thiel sebesar US $ 1.2 miliar, Reid Hoffman sebanyak US $ 425 juta, Jim Breyer sebesar US $ 400 juta, Mark Pincus US $ 186 juta. Dan masih ada banyak lagi.

Setelah masa pandemi corona ini, harga saham Facebook naik menjadi US $ 228.58 per lembar. Angka yang cukup tinggi memang, namun income yang di tawarkan juga menggiurkan untuk jangka panjang. Sedangkan harga saham Facebook sudah mencapai angka US $ 189 miliar per Tahun 2020.

Amazon

Jika dibandingkan dengan marketplace jenis lain, maka Amazon lah pemenangnya. Perusahaan dengan kode saham AMZN ini pertama kali berdiri pada 5 Juli 1994 di Washington, Amerika Serikat. Sudah lebih dari 25 tahun Amazon.com Inc., melayani berbagai pelanggan yang berasal dari seluruh dunia.

Bahkan di Tahun 2019 lalu, jumlah barang yang di perjual belikan dalam website Amazon mencapai angka 120 juta item. Perkembangan Amazon cukup stabil dan cepat, dimana sekarang ada layanan lain selain e-commerce. Seperti Amazon Prime, Amazon Publishing, Amazon Music, dan masih banyak lagi.

Perkembangan Amazon bisa dilihat dari harga sahamnya yang sudah mengungguli Google dan Apple. Dimana kini harga saham Amazon berada di angka US $ 315.5 miliar. Apalagi semenjak Covid-19 ada, maka terjadi perlonjakan yang cukup besar dalam dunia pasar saham milik Amazon.

Amazon memang menjadi e-commerce yang melayani pembelian dari berbagai benua di dunia. Jadi orang Indonesia bisa mendapatkan barang dari luar negeri melalui Amazon. Hebatnya jika Anda investasi sebanyak 16 juta di Amazon Anda bisa mendapat untung sekitar 15 M. Tentu saja angka yang sangat fantastis dan menarik.

Apple

Apple Inc. adalah perusahaan berbasis teknologi dan menjadi salah satu produsen gadget seperti smartphone maupun laptop hingga tablet terbesar di dunia. Perusahaan Apple sendiri pertama kali berdiri pada tanggal 1 April 1976 di California, Amerika Serikat. Meski pesaing Apple kini cukup banyak, namun gadget besutan Apple masih memiliki banyak peminat di pasar teknologi seluruh dunia.

Apalagi gadget produksi Apple memiliki keamanan tingkat tinggi yang tidak akan mudah dibobol oleh hacker. Memang rata-rata gadget Apple memiliki harga yang mahal namun hal ini sesuai dengan fitur yang dibawanya. Sebelum menjadi Apple Inc., nama Apple adalah Apple Computer Company mulai tahun 1976 sampai Tahun 1977.

Kemudian berubah lagi menjadi Apple Computer Inc. dari Tahun 1977 sampai Tahun 2007. Biasanya smartphone dari Apple lebih disukai oleh para pebisnis dan juga gamers kelas tinggi. Sedangkan harga kapitalisasi saham Apple mencapai harga US $ 1.33 triliun dengan US $ 338.80 per lembar.

Netflix

Untuk Anda yang sudah lama di dunia saham, maka Anda pasti tahu jika Wall Street kini dikuasai oleh Netflix dan Amazon. Selama pandemi Covid-19, banyak pengguna baru yang menghabiskan waktu mereka untuk streaming film online di Netflix. Apalagi film box office dan film lain yang disuguhkan Netflix sangat bagus dan merupakan film populer.

Netflix sendiri sudah berusia kurang lebih 23 Tahun dan pertama berdiri pada 29 Agustus 1997 di Scotts Valley, California oleh Reed Hastings dan Marc Randolph. Petumbuhan pengguna di Netflix bisa dibilang sangat mengesankan. Dimana pada Tahun 2011 Netflix hanya memiliki 11 juta pengguna. Dan di Tahun 2019 sudah berubah menjadi 150 juta pengguna.

Dan jumlah pengguna ini terus bertambah sampai sekarang apalagi selama masa pandemi Covid-19. Kenaikan saham Netflix juga menyebabkan Nasdaq menguat. Dimana kenaikan saham Netflix ini mencapai angka 7.2% padahal saham Dow Jones hanya mampu naik sekitar 0.09%.

Saat ini saham Netflix dijual US $ 419.30 per lembar dan laba bersih yang didapat Netflix sekitar US % 1.4 miliar. Uniknya harga saham Netflix ini justru semakin menguat setelah Telkomsel memblokirnya. Kini untuk menjaga kualitas layanan streamingnya, Netflix mulai memproduksi film mereka sendiri yang kemudian bisa di lihat oleh pelanggannya dengan versi berbayar.

Aplhabet

Alphabet dengan kode saham GOOGL merupakan bagian FAANG yang terakhir. Pada dasarnya Alphabet adalah indukan dari Google. Namun Alphabet Inc. baru berdiri pada tanggal 2 Oktober 2015 di California. Alphabet di pimpin oleh dua orang yakni Larry Page selaku CEO Alphabet, dan Sergery Brin yang menjabat sebagai presiden Alphabet.

Hebatnya Alphabet mampu menembus kapitalisasi pasar senilai US $ 1 triliun menyusul Microsoft, Apple, dan Amazon. Kini harga saham Alphabet mencapai angka 1.412,92 per lembar sedangkan kapitalisasi pasarnya mencapai US $ 1 triliun. Saham Alphabet melonjak sebanyak 17% selama masa Covid-19.

Per Januari 2020, perusahaan yang tergabung di FAANG mengalami peningkatan harga saham sebanyak 175% sampai 500%. Dimana laba tertinggi yang diperoleh masih dipegang oleh Alphabet yang berbasis Google dengan nilai laba bersih US $ 33 miliar

Get involved!

Get Connected!

International traders & investing community. Join us to give & get something about trading & investing.

Comments

No comments yet
Share via
%d bloggers like this: