fbpx

Saham Amazon Booming Saat Covid19, Berikut Penjelasannya

pemegang-saham-tolak-penjualan-rekognition-amazon-BqbeSuqmy5

Naik turunnya nilai saham sebuah perusahaan adalah hal yang umum terjadi. Apalagi semenjak Covid-19 datang, maka saham yang dulunya bernilai tinggi bisa tiba-tiba turun drastis. Begitupun sebaliknya, perusahaan yang semula memiliki nilai saham rendah bisa tiba-tiba naik sahamnya selama pandemi corona ini terjadi.

Sama seperti Amazon, dimana pada Tahun 2019 lalu perusahaan e-commerce ini sempat mengalami masa kristis karena masalah di dalam perusahaan. Namun selama Covid-19, nilai saham Amazon meroket dengan pesat. Bahkan perusahaan ini mampu berada di puncak pasar saham Wall Street, Amerika Serikat bersama Netflix.

Alasan Saham Amazon Bisa Naik Di Masa Covid-19

amazon

Amazon.com Inc. berlokasi di Washington, Amerika Serikat dan berdiri pertama kali pada 5 Juli Tahun 1994. Ya, Amazon memang sudah melayani customernya selama kurang lebih 26 tahun dan masih berjalan sampai sekarang. Bahkan saat ini bisa dibilang jika Amazon adalah perusahaan e-commerce terbesar di dunia dengan layanan konsumen yang lengkap.

Bahkan Amazon sering di sejajarkan dengan empat perusahaan besar lain seperti Facebook, Google, dan juga Apple. Amazon didirikan oleh Jeff Bezos yang kemudian merangkap sebagai CEO Amazon. Selama Covid-19 nilai saham Amazon bisa meningkat pesat. Adapun alasan dibalik meningkatnya harga saham Amazon ini adalah:

  1. Dianggap sebagai saham “aman” untuk dibeli

Selain Walmart, saham Amazon dianggap sebagai saham yang aman untuk dibeli selama Covid-19. Apalagi semenjak Amazon membuktikan jika harga sahamnya bisa tetap stabil meskipun di tengah masa pandemi corona. Alhasil banyak sekali investor yang berburu saham Amazon di pasar saham global.

Naiknya nilai saham Amazon tentunya mendatangkan keuntungan yang berlimpah untuk CEO nya yakni Jeff Bezos. Tercatat kurang lebih ada US $ 24 miliar yang didapat Jeff Bezon dari Amazon. Bahkan saham Amazon saat ini naik sebanyak 5,3% dan menjadikan Jeff Bezos memiliki kekayaan sekitar US $ 138,5 miliar saat ini.

Saham Amazon memang bisa dibilang saham yang aman untuk dibeli selama Covid-19 ataupun sesudahnya. Mengingat perusahaan ini yang bergerak di bidang e-commerce sehingga masa naiknya saham pun terjadi dalam waktu yang panjang. Jadi tidak heran apabila banyak investor yang mulai memburu saham Amazon di pasar saham global.

  • Item yang dimiliki Amazon sangat lengkap

Amazon tidak hanya berfokus pada produk e-commercenya saja. Namun perusahaan ini juga memiliki produk lain seperti penayangan jaringan TV luar negeri, streaming film online, hingga pemutar musik yang bisa diakses oleh pengguna di seluruh dunia. Inilah yang menyebabkan mengapa Amazon ramai digunakan selama Covid-19.

Pada awal berdirinya Amazon hanya berfokus pada penjualan buku secara online saja. Namun seiring berjalannya waktu, Amazon juga mulai menjual produk video game, perangkat elektronik, pakaian, makanan, perhiasan, mainan dan banyak lagi. Item yang lengkap dari Amazon inilah yang menjadikan Amazon sebagai salah satu e-commerce paling diminati saat ini. Karena konsumen semakin meningkat maka nilai saham Amazon juga meninggi.

Selain memiliki item yang lengkap untuk dijual, Amazon juga mempunyai produk lain. Seperti Amazon Web Services, Amazon Prime, Amazon Drive, Amazon Studios dan ada banyak lagi. Bahkan sedikitnya ada 15 produk layanan dari Amazon yang digunakan oleh para customer utamanya untuk produk Amazon Prime selama Covid-19.

  • Saham Amazon bebas diperjual belikan

Tahukah Anda jika tidak hanya investor asal Amerika Serikat saja yang bisa membeli saham Amazon? Ya, saham Amazon diperjual belikan secara bebas sehingga investor lokal dan asing bisa membeli saham Amazon. Hal inilah yang juga menjadi salah satu alasan mengapa harga saham Amazon bisa naik secara cepat meski ada Covid-19.

Inilah alasan mengapa banyak investor yang membeli saham Amazon. Menduduki posisi pertama di Wall Street membuat Amazon semakin membuktikan dirinya tidak bisa di remehkan begitu saja. Meskipun banyak pesaing Amazon dengan berbagai macam strategi bisnis, namun perusahaan ini masih memiliki pelanggan yang banyak. Baik pelanggan yang membeli item di e-commerce Amazon maupun para investor yang membeli saham Amazon.

Banyaknya investor yang membeli saham Amazon juga membuat nilai saham Amazon meninggi. Dimana pada Tahun 2018 lalu total aset Amazon hanya US $ 162,648 miliar. Dan di Tahun 2020 ini aset Amazon mencapai angka US $ 315,5 miliar. Perkembangan yang cukup cepat tentunya jika dilihat hanya dalam 2 tahun saja Amazon berhasil mendapatkan laba sekitar US $ 152 miliar.

Layanan dari Amazon yang paling disukai oleh customer adalah Amazon Prime. Dimana layanan Amazon satu ini menawarkan jasa pengiriman hanya dalam dua hari semenjak barang tersebut dibeli oleh konsumen. Bahkan layanan Amazon Prime ini sudah digunakan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia.

  • Naik turun harga saham (volatilitas) sangat terjaga

Amazon menjadi salah satu bagian dari beberapa perusahaan besar di pasar saham Amerika Serikat yang disingkat sebagai FAANG. Dimana kepanjangan dari FAANG adalah Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Aplhabet (Google). Bahkan kini FAANG dikenal sebagai perusahaan yang sahamnya paling banyak di jual pada pasar saham global.

Tingginya nilai saham Amazon juga berdasarkan fakta jika Amazon mampu menjaga kondisi naik turun saham perusahaannya. Bahkan saat krisis saham terjadi di Tahun 2019 lalu, Amazon tetap di peringkat yang sama dan tidak menurun sama sekali. Kemudian saham Amazon mulai naik semenjak Covid-19 menyebar ke seluruh dunia.

Amazon memang bisa menjaga naik dan turunnya harga saham miliknya atau yang juga disebut sebagai volatilitas dengan baik. Sehingga banyak investor yang ingin membeli saham Amazon. Para investor berfikir jika saham Amazon tetap menguntungkan meskipun Covid-19 sudah berakhir nantinya.

  • Peforma Amazon tetap terjaga selama pandemi Covid-19

Apabila pada umumnya kinerja sebuah perusahaan akan menurun selama Covid-19 ini, maka hal tersebut tidak terjadi pada Amazon. Bahkan perusahaan e-commerce terbesar ini terus meningkatkan peforma perusahaannya selama pandemi Covid-19. Alhasil pengguna baru di Amazon terus meningkat dan berasal dari seluruh dunia.

Apalagi semenjak ada wabah Covid-19, maka Amazon melengkapi item jualannya dengan berbagai macam alat kesehatan. Sehingga setiap orang bisa tetap sehat meski di dalam rumah. Bahkan Anda bisa menemukan banyak sekali jenis alat olahraga yang cocok di gunakan selama masa dirumah saja. Adanya alat kesehatan dari Amazon ini juga menjadi satu upaya untuk menanggulangi wabah Covid-19.

Covid-19 tidak hanya membuat setiap orang harus bekerja dari rumah namun juga harus berbelanja dari rumah. Mulai dari makanan hingga kebutuhan pokok lainnya bisa Anda temukan di Amazon. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa Amazon di lirik banyak orang. Apakah Anda juga berniat untuk membeli saham Amazon?

Get involved!

Get Connected!

International traders & investing community. Join us to give & get something about trading & investing.

Comments

No comments yet
Share via
%d bloggers like this: