fbpx

Saham Walmart Justru Meroket Di Tengah Covid-19, Berikut Penjelasannya

Saham Walmart Justru Meroket Di Tengah Covid-19, Berikut Penjelasannya

Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia membuat harga saham beberapa perusahaan menjadi anjlok. Hal ini dikarenakan perekonomian suatu negara melemah selama pandemi corona. Namun ada cukup banyak juga perusahaan di dunia yang justru mengalami kenaikan harga saham di tengan pandemi Covid-19 ini.

Biasanya harga saham perusahaan yang menguat itu seperti industri e-commerce, industri game, industri streaming film online, dan masih banyak lagi. Bahkan kini pasar saham Amerika yakni Wall Street dikuasai oleh dua raksasa besar yakni Netflix dan Amazon. Selain kedua perusahaan tersebut, Walmart juga termasuk perusahaan yang harga sahamnya naik selama Covid-19.

Alasan Mengapa Harga Saham Walmart Naik Selama Covid-19

Wal-Mart Stores Inc. pertama kali berdiri pada Tahun 1962 di Arkansas, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh Sam Walton dan mulai di daftarkan pada bursa saham Kota New York di Tahun 1972 dengan kode saham WMT. Walmart sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergeran di bidang departement store.

Bahkan di Tahun 2008 lalu menurut Fortune Global 500, Walmart merupakan perusahaan publik terbesar yang ada di dunia jika di lihat dari pendapatan. Selama pandemi Covid-19, harga saham Walmart justru terus melonjak naik. Dan alasan dibalik meningkatnya harga saham Walmart ini adalah:

1. Permintaan Pasar yang Tinggi

Tidak main-main, perlonjakan saham Walmart selama Covid-19 mencapai 11% dengan rekor tertinggi US $ 99,68. Faktor utama melonjaknya saham Walmart ini dikarenakan permintaan barang dari konsumen sangat tinggi. Apalagi semenjak Covid-19 menyerang maka setiap orang di Amerika dan China mulai membeli barang-barang kebutuhan agar tidak perlu lagi keluar rumah.

Bahkan kini sedang trending dimana setiap orang mulai memburu supermaket dan melakukan panic buying. Keadaan ini bisa terjadi karena setiap orang takut sehingga menjadi panik setelah mendengar atau membaca berita mengenai Covid-19. Walmart memang menjadi departement store dengan penyediaan kebutuhan sehari-hari yang sangat lengkap.

Sehingga tidak hanya perseorangan pribadi saja yang membeli barang di Walmart. Namun juga para distributor yang kemudian akan dijual kembali. Apalagi saat ini kondisi Covid-19 semakin memburuk. Alhasil semakin banyak juga permintaan pasar yang harus terpenuhi dan menyebabkan nilai saham Walmart terus menerus meroket naik.

2. Para investor yang berburu saham aman

Alasan selanjutnya mengapa harga saham Walmart bisa naik selama Covid-19 adalah para investor yang mulai berburu jenis saham yang aman. Yang dimaksud dengan jenis saham aman disini adalah sebuah saham perusahaan yang aman untuk di beli selama Covid-19 dan tidak akan rugi dijual kembali ketika pandemi Covid-19 sudah mereda.

Alhasil saham-saham sejenis perusahaan Walmart inilah yang kemudian banyak diburu oleh para investor lokal dan asing. Walmart memang tidak sebesar Amazon, namun keberadaan departement store satu ini wajib di perhitungkan di pasar saham global. Bahkan di Tahun 2019 lalu, nilai saham Walmart berhasil menggungguli nilai saham perusahaan besar sekelas Amazon.

Kenaikan nilai saham Walmart sudah terjadi secara berturut-turut mulai Tahun 2017 silam dan terus berlanjut sampai sekarang. Harga saham Walmart juga di prediksi akan terus naik selama Covid-19 belum mereda. Apalagi perusahaan ini tidak hanya menjual barang kebutuhan pribadi saja, namun juga menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga secara lengkap.

3. Penyediaan layanan e-commerce

Walmart memang memiliki beberapa toko nyata yang tersebar di seluruh dunia. Namun kini selama Covid-19 maka Walmart juga melayani pembelian secara online melalui e-commerce mereka. Bahkan di China Walmart sudah bekerja sama dengan ekspedisi pengiriman Dada-JD Daojia. Dan karena hal inilah Walmart mampu meraup untuk sebesar US $ 10 miliar hanya dari Negara China saja.

Hal itu bisa terjadi sebab China menjadi negara pertama yang terkena Covid-19. Alhasil semua warganya tidak berani untuk keluar rumah bahkan hanya sekedar untuk berbelanja. Sehingga warna China lebih suka berbelanja di e-commerce Walmart yang sudah bekerja sama dengan ekspedisi China dan tinggal menunggu barang mereka diantar sampai kerumah pelanggan.

Selain di China, ternyata e-commerce Walmart juga di lirik beberapa negara lain seperti Amerika Serikat. Covid-19 memang membuat beberapa perusahaan tutup namun tidak dengan perusahaan ekspedisi pengiriman barang. Memanfaatkan hal ini kemudian ramai konsumen yang berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka di Walmart secara online dan tidak perlu datang ke tokonya langsung.

Hebatnya lagi, di China Walmart menawarkan perlayanan kirim kurang dari satu jam. Kebanyakan jenis produk yang disukai oleh pembeli adalah kebutuhan primer seperti makanan, alat kesehatan, maupun peralatan mandi. Sedangkan mainan dan baju menjadi barang yang dihindari untuk di beli selama Covid-19 menyerang.

4. Lokasi toko yang tersebar luas

Ada dua layanan belanja online yang di tawarkan oleh Walmart. Yaitu layanan jemput barang dari suatu toko dan dikirim ke rumah customer. Maupun layanan pembelian online di toko Walmart dan dikirim ke tempat tinggal pembeli. Layanan yang di sediakan oleh Walmart ini juga merupakan satu bentuk upaya dari persaingan bisnis ke Amazon.

Ada lebih dari 3.300 lokasi toko yang bisa di pick up barangnya. Dan ada kurang lebih 1.850 toko yang menyediakan layanan pengiriman bahan makanan di hari yang sama. Dengan begitu pelanggan bisa menerima barang mereka di hari yang sama dan makanan yang pelanggan beli tetap dalam keadaan baik dan fresh.

CEO Walmart, Doug McMillon mengungkapkan “Kami mengalami permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kategori seperti kertas, alat pembersih permukaan dan bahan makanan”. Kemudian Doug juga menambahkan “Untuk jenis dari barang-barang seperti ini, kami bisa menjual hanya dalam dua atau tiga jam padahal biasanya kami bisa menjualnya dalam dua atau tiga hari.”

5. Saham Amazon yang sempat kritis

Alasan terakhir mengapa nilai saham Walmart bisa meroket sangat cepat karena saham Amazon sempat kritis di Tahun 2019 silam. Kritisnya saham Amazon ini dikarenakan adanya penyelidikan anti monopoli pada perusahaan tersebut. Bahkan dalam kurun waktu 6 bulan, saham Amazon tetap di peringkat yang sama.

Karena krisis pada saham Amazon inilah kemudian para investor lebih tertarik dengan saham Walmart yang terlihat baik-baik saja selama Covid-19. Apalagi semenjak Walmart mengumumkan akan melakukan swab test ke seluruh karyawan perusahaan mereka. Sehingga para investor dan pelanggan pun percaya untuk bekerja sama dengan Walmart.

Selama Covid-19 ada beberapa aktivitas naik turun di pasar saham global termasuk Amerika Serikat. Alhasil ada beberapa perusahaan yang mengalami penurunan harga saham dan ada juga yang mengalami kenaikan.

Kini harga saham Walmart berada diangka US $ 117,74 per lembar. Dimana Walmart pernah mencetak kenaikan harga saham sebesar US $ 70.000 per menit.

Get involved!

Get Connected!

International traders & investing community. Join us to give & get something about trading & investing.

Comments

No comments yet
Share via
%d bloggers like this: