fbpx

Tidak Semua Industri Turun, Berikut Industri & Sahamnya yang Naik Selama Covid-19

IMG_256

Dunia sedang dirundung duka, perekonomian juga jatuh semenjak pandemi corona berlangsung. Ada banyak sekali perusahaan di seluruh dunia harus rela gulung tikar ketika Covid-19 menyerang. Alasannya sederhana, yakni tidak adanya pemasukan yang cukup guna tetap menjalankan proses produksi di dalam perusahaannya.

Akhirnya ada banyak sekali perusahaan yang bangkrut dan karyawan dirumahkan. Namun ternyata, Covid-19 tidak hanya membuat banyak perusahaan gulung tikar. Ada beberapa industri yang masih tetap jalan sampai kini dan bisa mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi selama masa pandemi corona.

Deretan Industri yang Mengalami Kenaikan Saham Saat Covid-19

Semenjak Covid-19 menyerang, semua orang lebih betah untuk beraktivitas di dalam rumah. Mulai dari bekerja, berbelanja, menonton film, hingga berolahraga semuanya dilakukan di sekitar area rumah masing-masing. Selain untuk menghindari terjangkit Covid-19, beraktivitas dirumah juga menjadi anjuran dari pemerintah.

Sedangkan deratan perusahaan yang sahamnya naik selama wabah Covid-19 terjadi adalah sebagai berikut.

Industri Sosial Media

Agar tetap bisa terhubung dengan orang lain selama masa Covid-19 maka setiap orang memakai sosial media. Baik itu Whatsapp, Instagram, Twitter, maupun Facebook dipakai semua sebagai sarana komunikasi. Hal ini lalu menjadi alasan mengapa saham dari industri sosial media meningkat pesat selama Covid-19.

Adapun peningkatan saham setiap industri sosial media, yaitu:

  1. Facebook

Selama Covid-19, pengguna baru Facebook terus saja meningkat. Facebook sendiri pertama kali bisa diakses oleh pengguna internet pada Bulan September Tahun 2006. Perusahaan sosial media ini dimiliki oleh Mark Zuckerberg dan masih dikelola olehnya dari Tahun 2006 sampai sekarang dengan berbagai macam fitur yang sudah di update.

Dulu harga saham Facebook hanya berkisar US $ 38 perlembar. Namun kini harganya sudah mencapai angka US $ 189 atau kurang lebih Rp. 2,69 juta per lembar. Saham Facebook sudah didaftarkan pada Nasdaq dengan kode FB. Alasan mengapa Facebook didaftarkan di Nasdaq karena Nasdaq memiliki blue chip.

  • Whatsapp

Untuk aplikasi chatting, maka Whatsapp lah yang memegang kenaikan saham paling tinggi. Selama Covid-19 pengguna Whatsapp meningkat lebih dari 40% yang bisa mendatangkan keuntungan bagi pemilik Whatsapp yakni Mark Zuckerberg. Whatsapp memang sudah diakusisi Facebook dan kini memiliki harga saham $224.43 per lembar.

  • Twitter

Usia Twitter dengan Facebook tidak terlampau jauh, kedua aplikasi ini pertama kali muncul di Tahun 2006 meski di bulan yang berbeda. Sedangkan Twitter mulai muncul di Indonesia pada Tahun 2009 sekaligus menjadi aplikasi yang paling popluer saat itu. Seiring munculnya aplikasi baru, Twitter dikabarkan mulai bangkrut.

Namun kabar ini tidak benar sama sekali, sebab di Tahun 2019 lalu saham Twitter mengalami kenaikan sebanyak 10%. Lalu kini pengguna Twitter sudah kembali meningkat sejak wabah Covid-19 menyerang. Hebatnya harga saham Twitter perlembar naik menjadi US $ 42 dari US $ 26. Kode saham Twitter adalah TWTR dengan nilai saham saat ini mencapai angka US $ 33,12 miliar.

  • Instagram

Pendapatan Instagram dulu tidak cukup banyak, namun kini penghasilannya mencapai angka US $ 20 miliar pada Tahun 2019. Hal ini terjadi semenjak Instagram diakusisi oleh Facebook di Tahun 2012 silam. Instagram sendiri dibuat oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger sebelum akhirnya di serahkan pada Mark Zuckerberg di Tahun 2018.

Peningkatan pengguna Instagram mulai terjadi Tahun 2012 dan terus bertambah sampai sekarang. Bahkan nilai Saham Instagram sudah berhasil melampaui Google dan Youtube. Pada Tahun 2018 saja nilai saham Instagram sudah mencapai angka US $ 100 miliar dan terus bertambah sampai saat ini.

  • Snapchat

Snapchat atau Snap Inc. adalah perusahaan media sosial yang ada di Amerika Serikat. Aplikasi Snapchat sendiri dibuat oleh Reggie Brown, Evan Spiegel dan Bobby Morphy. Sedangkan saham Snapchat yang memiliki kode SNAP mulai dijual pada 2 Maret 2017 di pasar saham NYSE (The New York Stock Exchange).

Hebatnya saham Snapchat sudah masuk ke dalam kategori Blue Chip dengan kapitalisasi pasar senilai US $ 23,49 miliar. Harga saham Snapchat memang sangat stabil dan menarik minat banyak investor untuk membelinya. Sedangkan harga saham Snapchat per lembar saat ini adalah US $ 17.

Industri Aplikasi Streaming Online

Selain industri sosial media, industri lain yang nilai sahamnya meningkat selama Covid-19 adalah industri aplikasi streaming online. Saat ini aplikasi yang sedang menguasai industri streaming film online adalah Amazon Prime dan juga Netflix.

Dimana kedua palikasi streaming film ini memiliki daftar film yang resmi sehingga tidak ada istilah pembajakan meskipun menayangkan film box office. Selain itu Netflix juga sering memproduksi serial filmnya sendiri. Adapun harga saham Netflix dan Amazon Prime saat ini adalah:

  1. Amazon Prime

Amazon Prime adalah versi pengembangan Amazon dalam layanan penyedia streaming film online. Ada banyak sekali jenis film yang bisa di tonton pada Amazon Prime. Selama Covid-19, harga saham Amazon meningkat sebanyak 4,4% dari harga saham semula. Kini harga saham Amazon sebesar US $ 2.100 per lembar.

  • Netflix

Saham aplikasi streaming film online yang meningkat tidak hanya terjadi pada Amazon Prime saja namun juga pada Netflix. Peningkatan saham Netflix sebesar 2.91% dan membuat harga saham senilai US $425,6 per lembar. Bahkan kini Netflix dan Amazon menjadi penguasa di pasar saham Wall Street Amerika Serikat.

Industri Game Dunia

Industri game menjadi salah satu perusahaan yang meraup keuntungan besar selama Covid-19. Apalagi saat ini ada banyak sekali jenis game yang bisa dimainkan secara online maupun offline. Hal itu tentunya membuat harga saham industri game meningkat. Adapun perusahaan industri game yang mengalami peningkatan harga saham adalah:

  1. Nintendo

Nintendo memang sudah ada sejak lama di industri game, namun perusahaan ini terus melakukan peningkatan. Bahkan kini switch terbaru milik Nintendo yang bernama Nintendo Switch Lite sedang diburu oleh banyak gamers. Sedangkan harga saham perusahaan Nintendo sudah mencapai angka US $ 6,28 miliar.

  • Microsoft Studios

Minecraft adalah salah satu game paling populer hasil buatan Microsoft Studios. Bahkan Minecraft tersedia dalam dua versi, yaitu versi berbayar dan gratis. Sedangkan game lain yang diproduksi oleh Microsoft Studios adalah Xbox, Killer Instinct, dan Age of Empire. Kini harga saham Microsoft Studios adalah US $ 12,82 miliar.

  • Sony Computer Entertainment

Perusahaan industri game yang berhasil mendapatkan untung selama Covid-19 adalah Sony Computer Entertainment. Bahkan kini saham Sony sudah berada di angka US $ 13,4 miliar. Konsol game yang paling diburu oleh para gamers adalah PS 4 yang memungkinkan penggunanya memakai wireless stick.

Covid-19 memang membawa dampak yang cukup besar di perekonomian dunia. Namun meski begitu, jejeran perusahaan diatas bisa bertahan dan tetap mendapatkan keuntungan selama pandemi corona ini.

Get involved!

Get Connected!

International traders & investing community. Join us to give & get something about trading & investing.

Comments

No comments yet
Share via
%d bloggers like this: